Selasa, 28 Februari 2012

Pacaran Ala Islam ?

Diposting oleh Dhifa Kurniasari di 04.30 0 komentar
pacaran dalam Islam, termasuk hal kontroversi untuk diperbincangkan (ceileeh, bahasanyya)
bagaimana tidak ? banyak pemuka agama yang mengharamkan berpacaran. sedangkan saat ini jarang sekali saya melihat jomblowan dan jomblowati yang menghabiskan hari-harinya penuh dengan ibadah dan beramal baik. kalaupun ada orang jomblo, kemungkinan besar tuh orang termasuk spesies sang jomblo mencari cintah.
jadi, bukankah kita-kita ini sedang menuju jalan kemaksiatan ?
owowow , tapi santai dulu kawaan. argumen tentang diharamkannya pacaran, masih dapat ditepis dengan yang satu ini : Menurut kaidah dari ushul fiqih, semua mu’malah (termasuk pacaran) itu boleh, kecuali yang terlarang secara qath’i. Jadi, pernyataan yang benar adalah “Tidak ada larangan pacaran dalam Islam, asalkan tidak melanggar batas-batas yang ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

tetapi, tetap ingatlah kawan.. jika kalian berpacaran, jangan sampai mendekati zina . itu dosaa. sekali lagi dosaaa ..
terus , pacaran yang kayak gimana yang nggak mendekati zina ?
  1. jangan berduaan dengan pacar ditempat yang sepi, kecuali ditemani sang mahram dari sang wanita (jadi bertiga) . dalil : "tidaklah seorang lelaki bersepi-sepian (berduaan) dengan seorang perempuan melainkan setan yang ketiganya" (HSR Tirmidzi)
  2. jangan pergi dengan pacar lebih dari sehari semalam kecuali si perempuan ditemani mahramnya. dalil : "tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk berpergian  sehari semalam tidak bersama mahromnya" [ HR Bukhori 1088, Muslim1399 ]
  3. jangan berjalan-jalan dengan pacar ketempat yang jauh , kecuali si perempuan ditemani mahromnya. dalil : "...jangan bepergian dengan wanita kecuali bersama mahromnya..." [ HR Bukhori 3006, 523, Muslim 1341 ]
  4. jangan bersentuhan dengan pacar, jangan berpelukan, jangan meraba, jangan mencium, bahkan untuk berjabat tangan saja tidak boleh apa lagi yang lebih dari sekedar jabat tangan. dalil : "seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya " [Hadits Hasan Riwayat Thobroni dalam Al-Mu'jam Kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam Musnad : 1283, lihat Ash Shohihah1/447/226
  5. jangan memandang aurat pacar, masing-masing harus berpakaian menutup auratnya.dalil :  "... zina kedua matanya adalah memandang..." [ H.R Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan Nasa'i ]
  6. jangan membicarakan/melakukan hal-hal yang dapat menjerumuskan kedalam jurang perzinahan. dalil : "kedua tangan berzina dan zinanya adalah meraba, kedua kaki berzina dan zinanya adalah melangkah, mulut berzina dan zinanya adalah mencium" [H.R Bukhari dan Abu Dawud ]
nah , itu tadi sedikit tips berpacaran dalam pandangan Islam.
semoga bermanfaat. Namun, kembali lagi, hanya Allah yang Maha Tahu segala hal di dunia ini. Wallahua'lam bisshoab ..

Maksiat Lisan

Diposting oleh Dhifa Kurniasari di 03.18 0 komentar
daaan kali ini , markicatu (mari kita cari tau) tentamg MAKSIAT LISAN ..

termasuk maksiat lisan yaitu :
  • ngrasani, yaitu membicarakan kejelekan saudara sesama muslim -meskipun itu emang bener-
  • mengadu domba, yaitu memindahkan perkataan dari seorang kepada yang lain dengan tujuan merusak
  • mengadu langsung tanpa memindahkan omongan, sekalipun di antara sesama binatang
  • berdusta, yaitu berkata yang salah dengan kenyataannya.
  • sumpah bohong
  • ucapan-ucapan menuduh zina. misalnya, suami berkata "kamu hamil bukan dari aku"
  • mencaci maki para sahabat Nabi
  • bersaksi (menjadi saksi kasus), tapi bohong
  • mengingkari janji, tatkala berjanji kepada orang lain
  • menunda menunda membayar utang, padahal sudah ada
  • memaki
  • melaknati (kepada manusia, binatang, atau benda mati)
  • menghina orang islam dengan kata-kata
  • setiap omongan yang menyakitkan sesama muslim
  • berdusta kepada Allah dan Rasul-Nya
  • pengakuan yang batil (tidak benat)
  • cerai bid'ah (mencerai istri dalam keadaan haid)
  • Zhihar (menyerupakan istri dengan mahram)
  • Lahn (sengaja membaca al-Qur'an dengan cara yang salah), sekalipun tidak mengubah makna
  • mengemis pada orang kaya
  • nazar, dengan sengaja atau bermaksud agar para ahli waris tidak mendapat warisan
  • tidak mau berwasiat untuk di bayarkan utangnya (jika mati) atau tidak mau wasiat mengenai urusan barang yang orang lain tidak tahu urusannya, kecuali dia
  • melamar perempuan yang sudah dilamar oleh temannya
  • memberi nasihat tanpa pengetahuan
  • belajar atau mengajarkan ilmu yang membahayakan
  • menghukumi dengan selain hukum Allah
  • meratapi atau menangisi (dengan suara keras) pada mayat
  • setiap ucapan yang mendorong kepada orang lain untuk berbuat haram atau meninggalkan kewajiban
  • setiap ucapan yang mencela agama, salah seorang nabi, para ulama, ilmu, syarak, Al-Qur'an, dll
  • menyimpan ilmu yang wajib belajar
  • meniup seruling
  • menertawakan orang Islam dengan maksud hina
  • lupa mengenai  hafalan Al-Qur'an (pernah hafal tapi lupa)
  • tidak mau menjawab salam, yang wajib untuk dijawab
  • mencium orang yang tidak halal dicium
 

its our life Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea